Rabu, 30 Mei 2012

Pentas Seni Semarak Budaya



Fakultas Bahasa dan Sastra Indonesia  menggelar Panggung Seni ‘Semarak Budaya’ yang digelar di sekitar Fakultas Bahasa dan Sastra Indonesia Unimed  (2-3/5). Hadir dalam acara tersebut Rektor Universitas Negeri Medan , Dekan FBS
 
 
Ketua umum pelaksana acara Drs. Rosmawaty mengatakan bahwa kegiatan panggung seni ini merupakan salah satu pengembangan kreativitas seni dikalangan mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra UNIMED. Pensi ini dibuka dengan pertunjukkan tarian persembahan yang dibawakan oleh mahasiswi jurusan Bahasa Indonesia.  Dalam Pensi mahasiswa Fakultas Sastra UNIMED kali ini, dipertunjukkan, perlombaan drama, musikalisasi puisi, perlombaan pakaian adat, perlombaan mading tingkat SMA dan Mahasiswa yang kemudian ditutup dengan penampilan band mahasiswa jurusan seni dengan membawakan lagu ciptaan mereka sendiri.
 
Selain itu, media panggung seni ini, sekaligus menyalurkan bakat mahasiswa dibidang seni dan  penguatan kompetensi kebahasaan. Sementara itu, Dekan Fakultas Bahasa dan Sastra UNIMED  memberikan apresiasi akan kinerja dan berbagai kegiatan yang dilaksanakan dalam acara kegiatan Semarak Budaya ini yaitu  “Kegiatan panggung seni yang digelar selama dua hari ini, menjadi cerminan akan kreativitas dan eksplorasi ide cerdas mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra akan kecintaannya terhadap seni,” ungkap Dekan Fakultas Bahasa dan Sastra Indonesia ini. Hal ini membuktikan bahwa mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra.mampu  mengaktualisasikan diri dengan eskplorasi bakat yang dimiliki  untuk pengembangan diri yang pada akhirnya mereka akan survive  dimana pun berada.

Berita I Banjir

Hujan yang mengguyur kota Medan khusunya di daerah Helvetia dalam sepekan terakhir mengakibatkan Sungai Deli meluap, Kamis (17/5). Mereka yang tinggal di sekitar sungai tersebut memilih mengungsi karena air merendam rumah warga di sekitar sungai. 
 
 
Warga Kecamatan Helvetia, terpaksa tidur di sepanjang latar pertokoan atau tempat yang lebih tinggi. Sementara sebagian warga, khususnya yang laki-laki, memilih berdiam di rumah sambil menjaga harta bendanya. Kecamatan Helvetia merupakan kawasan yang kerap dilanda banjir, terutama saat hujan deras di bagian hulu sungai. Namun demikian, warga yang bermukim di bantaran Sungai Deli enggan pindah, karena mereka sudah merasa nyaman tinggal disana meskipun banjir selalu dating menghampiri daerah tersebut.
 
Cuaca ekstrim berupa hujan dan angin kencang masih akan terjadi dalam sepekan ke depan. Banjir kali ini dirasakan cukup parah, karena ketinggian air mencapai lebih satu meter di beberapa lokasi.

Berita I Sampah




Persoalan sampah yang menjadi permasalahan di daerah  Medan-Deliserdang, memang belum berakhir. Tetapi , pihak Pemkab Deliserdang beserta masyarakat bersedia membersihkan sampah-sampah yang berserakan di beberapa titik di daerah Jl. Asrama – Jl. Kapten Sumarsono Helvetia Selasa (1/5). 

Selasa (1/5), sejumlah masyarakat dari Kec. Sunggal sampai Helvetia turun ke lokasi membersihkan sampah-sampah tersebut dengan menggunakan satu unit alat berat dan satu unit dump truk. Kepala Desa Helvetia dan sejumlah perangkat Kec. Sunggal, sibuk mengatur lalu lintas saat dilakukan pengangkutan sampah menggunakan truk dan alat berat. ‘’Jangan tanya saya dulu, saya sedang sibuk mengatur lalu lintas. Jika tidak diatur nanti macat,’’ sebut Kepala Desa Heltevia, Kec. Sunggal, Kab. Deliserdang kepada saya.
Sedangkan, seorang petugas mengaku dari Kec. Sunggal, Kab. Deliserdang kepada saya menyebutkan selain Kepala Desa Helvetia, ada juga pihak dari daerah Sunggal juga turun ke lokasi memantau pembersihan sampah ini. Usai sampah dibersihkan, di lokasi ini dipasang sebuah pamplet  larangan membuang sampah di sepanjang daerah tersebut. Banyak warga setempat yang mengatakan bahwa sampah tersebut bukan dari daerah mereka. Jadi dari pada menunggu pengakuan dan kesadaran sendiri, pihak Pemkab Deliserdang memutuskan untuk membersihkannya dan mengajak masyarakat setempat untuk turut serta.